Pada masa abad 770 M Pertama kali dari keturunan Sayyid Utsman Yaitu Syariansyah Salman Alfarisi Atau Di kenal Dengan Mayongmahasawan Sebab Memiliki Darah Keturunan Sulthan Zulkarnaen (bercampur dengan darah keturunan Persia dan Rum Dari Jalur Ibu)
Dalam sejarah Versi Lain mengatakan Syahriansyah Salman Alfarisi bin Syahri Abdullah Yar Khan bin Abdullah Al Asghar itu berasal dari negri champa ( Jalur ibu )Putri Dinasti Tang Cina ( Shiekh Huang Ti Rom Ching Ser Wong ) Sai Tee Sung.
Ada juga beranggapan Abdullah Al Asghar itu Abdullah Al Bahir bukan Jalur Sayyid Ustman Melainkan Abdullah Al Bahir Bin Zainal Abidin Bin Imam Husen RA, Pendapat ini tidak lah kuat dan tidak benar di sebab kan tidak ada manuskrip maupun di catatan kitab nasab yang mengatakan Syahriansyah Salman Alfarisi itu Anak Abdullah Al Bahir…
Singkat cerita, Adapun keturunan Al Hasani yang di Aceh mempunyai dua jalur
keturunan Yang pertama dari jalur Abdullah Al Kamil Al Mahdi yang kedua Abdullah Al Asythar ( Al Kamil Nahkhoda ).
Abdullah Al Kamil Al Mahdi Yang Menikah dengan Seorang Putri Dari Kerajaan Hindu Purba yang ada di Aceh Yang Bernama Putri Dewi Ratna Kumala Hayati Melahirkan Seorang Anak Gadis yang Bernama Mayang Seleudong atau nama aslinya Mariam Syarifah.
Dari sini lah Awal Mula Kerjaan Islam Yang ada Di Aceh…Dimana Mariam Syarifah Di Nikahkan Dengan Syahriansyah Salman Alfarisi ( Mayongmahasawan) Melahirkan 6 orang anak diantara nya :
1.Syahri Nuwi
2.Syahri Puri
3.Syahri Poli
4.Syahri Dito
5.Syahri Makdum Tansyuri
6.Syahri Makdum Tantri
Ini lah yang jadi Cika Bakal Kerjaan Yang ada di Aceh
Sedangkan Abdullah Al Asythar ( Al Kamil Nahkhoda ) Datang keaceh dan menikah dengan Syahri Tansyuri Mempunyai Anak Bernama Makdum Maulana Abdul Aziz Syah Dari Sini lah Cikal Bakal Kerajaan Perlak.
Adapun Keturunan Huseini yang awal datang keaceh dari jalur Sayyid Abdurahman Syah Bin Sayyid Abdul Aziz Syah Bin Sayyid Ali Muthabar Bin Muhammad Bin Jafar As Sadiq Bin Muhammad Al Baqir Bin Zainal Abidin Bin Imam Husen RA, Sayyid Abdurahman Syah Menikah Dengan Syahri Makdum Tantri
Dari Sinilah Awal Mula Keturunan Imam Husen Yang ada di Aceh.
Adapun Keturunan Al Huseini yang lain datang ke Aceh itu pada Abad ke 14,15-17 Keturunan Al Huseini Kebanyakan Dari Keturunan Syahrif Ahmad Al Qusyasyi Salah Satu keturunan Syarif Sayyid Ahmad Al Qusyasyi itu Iyalah Syahrif Burhanuddin yang di utus oleh Utsmani pada Abad 15 datang ke Aceh Mempunyai 4 Orang Istri Salah Satunya dari Keturunan Samudra Pasai Yang menurunkan keturunan menjadi , Raja, Mentri, Bujang, Panglima, Keujreun Dll.
Syahrif Burhanuddin Mempunyai 5 Orang Anak Yang di Ketahui !!! Diantara nya:
- Praja Badaruddin Syah (Ja Kata) daerah Peusangan dan Peudada.
- Syech Muhammad Sulaiman ( Tengku Chik Di Sule).
- Syech Abdul Shomad ( Tengku Chik Di Paloh).
- Syech Abdus Salam Waido ( Tengku Chik Di Pasi).
- Siti Pocut Fatimah ( Wafat di Buloh Blang Ara).
Praja Badaruddin Syah Mempunyai Anak Yang sangat Terkenal Yaitu Praja Bujang Diajad ( Ja Najid ) atau dikenal Juga dengan Sebutan Ponyak Diajad Sebab Gelar PO itu dari Samudra Pasai (Jalur Ibu).
Baik Sudah Jauh Kita Membahas Keturunan Nasab Kembali Ke topik Awal Sejarah Berubah Nya gelar bangsawan yang ada di Aceh singkat saja
Yang sudah kita ketahui bersama dari atas kita tau bahwa gelar pertaman kali itu
1.Syahri
Menurut Penelitian Habib Dahlan Al Habsyi Berdasarkan Gelar Syahri yang di Isbatkan kepadanya sudah diberikan kepada keturunan Husen Bin Ali Dari Putri Raja Persia Yang Bernama Syahri Banun (Jalur Ibu)Makdum
Gelar Makdum ini Perubahan Nama Dari gelar Syahri
2.Makdum
Gelar Makdum ini Perubahan Nama Dari gelar Syahri.
3.Meurah
Gelar Meurah Perubahan Dari Gelar Makdum adapun sebagainya memakai gelar Meurah Makdum.
4.Alaidin
Gelar ini sama juga perubahan dari gelar Meurah / Meurah Makdum dan Sebagainya juga ada memakai Meurah Alaidin.
5.Sulthan
Gelar ini sudah ke 5 kali perubahan nama gelar bangsawan dimana gelar Sultan ini juga akan terpecah lagi menjadi Banyak Salah satu
Di antara nya Gelar nya :
1.Praja / Raja Gelar ini di gunakan pada daerah JeumpaTun Gelar Ini kebanyakan di daerah Samalanga dan Malaka.
2.Tun Gelar Ini kebanyakan di daerah Samalanga dan Malaka.
3.Pakeh Gelar ini kebanyakan di daerah Pidie pada masanya.
4.Tu Gelar ini Kebanyakan Di pakai oleh raja raja kecil di Aceh.
5.Ja Gelar Ini banyak di pakek di daerah Peusangan.
6.PO Gelar Yang di pakek Oleh kebanyakan Kerjaan Samudra Pasai.
7.PO Teumeurehom Gelar yang di gunakan daerah Aceh Jaya.
Dan masih banyak lagi gelar dari kerajaan kecil maupun kerajaan besar.
Dari banyak nya gelar bangsawan itu Lahir lah Gelar Tengku Chik …!!! Gelar Bangsawan tetapi ada unsur Agama di dalam gelar tersebut..Singkat Cerita,
Setelah berubah menjadi Tengku Chik gelar Uleebalang ini pun tidak bertahan lama di sebabkan Ada 4 masa Perang yaitu :
1.Berperang dengan Jepang
2.Berperang dengan Belanda Angredasi 1 dan Angredasi 2.
3.Berperang dengan Sesama Atau dikenal dengan Perang Cumbok.
4.Berperang sesama Nusantara antara GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia).
Sangat lah ini lah masa masa peri masa kelam yang ada di Aceh, Sedangkan Pada masa perang Cumbok sampai perang se negara ini lah banyak keturunan UleeBalang hilang gelar bangsawan nya. Banyak dari keturunan Tengku Chik berubah amenjadi Gelar Teuku / Tengku ( sampai saat ini ) adapun menghilangkan gelar nya untuk menghindari kejaran pembantaian oleh Huseen Al Muhajirin yang membentang semua keturunan Ulee balang di seluruh aceh, dan Serta Membantu Mendirikan PUSA (Persatuan Ulama SE Aceh)…Sebab Pro Kontrak Dari Tradisi Monarchisme ke tradisi Propinsionisme.
Wallahu A’klam…
Penulis Asy-Syarif Tengku Alwan Thufail Al Mudasyi Al Qusyasyi Bin Syarif Tengku Salman Alfarisi Al Qusyasyi
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.