Sejarah Terbentuknya Gampong Beringen

SEJARAH TERBENTUKNYA GAMPOENG BERINGEN DI KEC. SAMUDRA GEUDONG.
(Analisis Sejarah Aceh by Teuku Panglima Prang Barat Seutya Glp. Doewa)
Gampoeng Beringen (Beringin) merupakan suatu wilayah di kawasan Aceh Utara dimana terletak makam kompleks raja2x Samudera Pasai dari dinasty Malik As Shalih. Asal mula wilayah diberi nama Gampoeng Beringen karena dahulu disekitar kompleks Makam Malikussaleh banyak tumbuh pohon Beringin Raksasa sehingga pd masa itu menimbulkan kesan angker dan seram disekitar makam tsb. Pd th 1912 ketika datang tim Ekspedisi Arkeologi Belanda ke Samudera Pasai yg dipimpin oleh William Frederic Stammenhause seorang kepala Dinas Arkeologi dan Purbakala Hindia Belanda maka komplek pemakaman Malikussaleh mulai dibersihkan. Untuk menghilangkan kesan seram dan angker pd makam tsb, atas perintah Stammenhause sebagian pohon beringin raksasa tsb mulai ditebang dan ditata rapi.
Secara Geografis Gampoeng Beringen tak jauh letaknya dgn Kuta Krueng Blang Me, kedua wilayah ini hanya dipisahkan oleh Kuala Pasee. Kalau Kuta Krueng didirikan oleh Tu Poraja Chik Yamani Pasee pd th 1524, Gampoeng Beringen didirikan oleh Geuchik Tuan Beringen yg merupakan Geuchik Pertama Gampoeng Beringen. Beliau merupakan putra dari Tgk Raja Malem Atau Hakim Poraja Wan di Krueng Pasee Tanjung Pala Kuta Krueng bin Maharaja Fassangan Meurah Syah (Ja Kuta) bin Tu Poraja Chik Malik Bintan Hulu (Tgk Chik Ahmad Idris) bin Tu Poraja Chik Yamani Pasee (Muhammad Syech Azzakariya Qurnaini Al Yamani). Keuchik Tuan Beringen juga merupakan adik kandung dari Penghulu Siddek (Pangulee Sidee) Meureudue.
Bandingkan kondisi makam Sultan Malikussaleh saat itu th 1912 yg masih utuh. Jika dianalisis berdasarkan photo ini, diperkirakan ketinggian badan makam tsb lebih dari 2 M. Dgn kondisi makam saat ini yang hanya tinggal puncak nisannya saja sehingga perlu dilakukan ekskavasi kembali oleh tim arkeologi utk dikembalikan kpd kondisi normalnya.
Mengingat kompleks makam Malikussaleh terletak dalam wilayah administratif Gampoeng Beringen dan bahkan pd th 2021 telah diresmikan Museum Malikussaleh di wilayah tersebut oleh pemerintah pusat selayaknya juga Gampoeng Beringen Kec. Samudera mendapat perhatian yg lebih dari pemerintah setempat demi menyongsong akan ditetapkannya Komplek Makam Malikussaleh ini sbg Warisan Cagar Budaya Dunia oleh badan PBB UNESCO. (Photo, Arkeolog Belanda William Federic Stammenhause sedang berpose disamping makam Sultan Malikussaleh di bawah pohon beringin yg sdh ditebang pucuknya, lokasi Gp. Beringen Geudong, th 1912, koleksi Rikjmuseum Leiden), trm. Ttd. Teuku Panglima Prang Barat Seutya, Langkoeta, Meunasah Barat, Keujreuen Meusyi, Glp Doewa, Peusangan Raya)

Tinggalkan Komentar